Tuesday, 30 April 2019

CERITA MESUM SEORANG GADIS YANG KESEPIAN

CERITA MESUM SEORANG GADIS YANG KESEPIAN

18plusceritaseks - Aku telah lama tidak menikmati pelukan laki-laki sejak suamiku bekerja di Arab, Mulai saat itu suamiku hanya pulang setiap 6 bulan sekali. Itupun hanya 1 minggu di rumah. Waktu lainnya ia gunakan untuk keperluannya sendiri. Hidupku tenggelam dengan kesibukan kerja di tempat usahaku, sebuah rumah makan yang cukup ramai. Aku sering membayangkan betapa nikmatnya melakukan hubungan intim dalam suasana romantis.cerita-sex-sama-sama-kesepianCerita Sex: Sama-Sama Kesepian – Ist

Cerita Mesum Gadis Kesepian

Dorongan hati kadang-kadang tidak terbendung merasakan nikmatnya remasan, jilatan dan pelintiran tangan di puting susuku, ciuman yang menjalan dari leher turun ke bawah dan berhenti di vaginaku. Ooo… hhhh… kapan aku dapatkan?. Bayangan itu hanya aku nikmati dalam hayalan setelah membaca buku cerita sex romantis. Aku masih muda, aku baru berumur 32 tahun.Situs Judi Slot

Pada Sabtu pagi ketika anakku pamitan menginap dirumah kakakku, terasa hatiku sepi. Gerimis di luar menambah hatiku berontak, aku telah dibelenggu waktu. Apakah aku sedang menunggu? Apa yang sedang aku tunggu? Bukankah hidup ini berjalan terus tanpa putus? Mengapa aku menyia-nyiakan hidupku? Apa yang aku inginkan sekarang? Yah… aku ingin menikmati belaian laki-laki.

Suamiku tidak mungkin memberikan, ia tidak ada disini, masih 5 bulan lagi baru bisa pulang. Kata teman-temannya disana juga banyak perempuan yang bisa diajak kencan. Pasti suamiku juga telah menggunakan sebagian penghasilannya menikmati perempuan disana. Sebagai wanita normal aku juga ingin laki-laki yang bisa memberi aku kepuasan. Tapi siapa dan dimana?

Rasa berat antara perasaan ya dan tidak, akhirnya aku keluar rumah, aku sengaja tidak membawa kendaraan, aku mau naik kendaraan umum saja. Aku naik taksi tanpa tujuan pasti, aku tidak tau mau kemana. Ketika sopir taksi menanyakan arah tujuan, aku menjadi kebingungan. Akhirnya dengan sekenanya aku katakan “ke Taman Ismail Marjuki”. Disana aku turun, meskipun aku telah lima tahun tinggal di Jakarta, tapi tempat ini baru pertama kali aku kunjungi.
Aku ragu melangkah arah, mau kemana di Taman Ismail Marjuki? Akhirnya aku ke gedung bioskop, aku pura-pura melihat iklan film yang mau aku tonton. Sebenarnya pikiranku tidak nyambung dengan pengelihatanku. Jadi apa yang aku lihat, tidak masuk ke otakku. Keinginan yang menggebu dari rumah untuk dapat menikmati laki-laki menjadi hilang. Aku sepeti orang linglung. Akhirnya aku duduk di tempat tunggu sambil merencanakan pulang.
Keramaian pengunjung bioskop membawa pandanganku tertuju pada seorang laki-laki dengan umur kira-kira 40 tahun bersama anak-anak remaja perempuan. Kelihatan mereka berbincang membicarakan rencana kegiatan. Akhirnya remaja-remaja itu pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian. Laki-laki itu kemudian melangkah duduk disebelahku sambil membuka koran. Mungkin karena yang duduk disitu hanya aku dan dia, maka ia menawari aku membaca majalah milik anaknya.

“Terima kasih Pak…” dan aku meraih majalah itu.
“Bapak mengantar anak-anak mau nonton film?” aku mencoba membuka pembicaraan.
“Tidak Bu.. anak saya kesini tidak untuk menonton film. Mereka kumpul dengan teman-temannya karena mau menjadi pager ayu di pesta kawinan”.

“Ooo… wah bapak harus sabar juga menunggu mereka sampai selesai”.
“Tidak Bu, mereka disini hanya rias wajah dan pakaian, kemudian mereka dijemput ke Taman Mini sampai malam. Pulangnya mereka diantar dari sana. Ibu juga sedang menunggu putra ibu?

“Ooo.. tidak Pak, saya tadi ingin nonton film, tapi ternyata film yang mau saya tonton sudah tidak diputar lagi” aku menjawab sekenanya.


Untung dia tidak menanyakan nama film itu. Kemudian aku dan dia tenggelam dalam obrolan biasa sampai obrolan rumah tangga. Dari ceriteranya aku tahu kalau Istrinya lagi keluar kota mengantar orangtuanya kembali ke kampung. Obrolan itu cukup mengasikkan sehingga melupakan mengapa aku sampai ke Taman Ismail Marjuki. Kemudian ia kembali asik membaca kembali korannya, tapi aku malah melamun.

“Ibu sendirian? Dimana rumah ibu?” kembali dia memecahkan lamunanku. Aku sedikit kaget mendengar suaranya.

“Ya Pak, saya tinggal di daerah Rawamangun” jawabku.
“Kalau ibu mau pulang sekarang, kita bisa sama-sama, saya mau ke bengkel di Kelapa Gading.”

Aku tidak menyambut tawaran itu karena aku belum ingin pulang.
“Terima kasih Pak, ngak usah repot-repot, saya masih ada keperluan di tempat lain”.
“Oh begitu, barangkali tempat lain itu satu arah dengan tujuan saya, kita bisa melanjutkan obrolan tadi. Ibu kan belum cerita keluarga ibu?”.

Akhirnya aku terima tawaran itu dan aku naik ke mobilnya. Ketika sudah ada di atas mobil, ia tidak segera menjalankan. Mungkin ada yang ditungu?
“Bu, maaf apakah ibu punya waktu kalau kita jalan-jalan sebentar sambil ngobrol? Saya kok merasa cocok dengan obrolan tadi”.

“Boleh juga pak, saya hari ini juga tidak ada kegiatan yang perlu saya selesaikan”.
Akhirnya aku mengenali namanya “Adi” dan aku mengenalkan diri “Galih”. Keakraban kami berdua menyebabkan cerita itu berubah menjadi cerita pribadi, cerita kehidupan seks. Ia menceriterakan hubungan dengan istrinya sangat terbatas, karena istrinya seorang pramugari jalur luar negeri, sehingga sering ditinggalkan. Umur istrinya 3 tahun lebih tua dari Mas Adi. Sedangkan aku menceritakan suamiku bekerja di luar negeri dan kontrak kerja baru berakhir tahun depan. Mulai saat itu kita sepakat, aku memanggilnya Mas Adi dan ia memanggilku Galih.

“Masih lima bulan lagi saya bisa ketemu suami” kataku.
Entah awalnya bagaimana, tangan kami saling meremas. Sambil menyetir, tangan kiri mas Adi meraba pahaku. Aku diam saja ketika tangan kiri itu menyusup dibawah rok. Namun ketika jarinya berusaha meraih celana dalamku, aku pegang dan aku tampik.
“Jangan Mas” aku menolak.
“Kemana kita Galih… aku ingin bisa ngobrol dengan tenang” katanya.
“Terserah Mas Adi..”
Saat itu birahiku bangkit kembali, aku melirik ke mukanya, dalam hati aku berkata, apakah laki-laki ini yang akan memberiku kepuasan? Aku tidak punya pengalaman mengenai ini. Ia kembali meletakkan tangannya di pahaku sambil menarik rokku. Ia dengan bebas memegang paha mulusku. Sesekali tangannya lebih ke atas sehingga menyentuh celana dalam bagian tengah agar bisa mengusap barang yang ada diantara pahaku.

Aku tidak memperhatikan jalan lagi ketika mobil itu masuk ke jalan tol. Dia meminta tanganku membuka celananya. Yah saat itu birahiku juga mulai muncul. Ketika aku kesulitan membuka resluitingnya, Mas Adi meminggirkan mobilnya dan dia sendiri yang membuka resleting celananya, kemudian mengeluarkan kontolnya yang telah berdiri tegak. Ketika mobil bergerak kembali, tangan kananku diminta memegangi kontolnya, aku merasakan kontol itu panas dengan denyut nadinya yang keras.

Tiba-tiba aku merasa ngantuk dan aku tertidur di sandaran mobil. Dalam tidurku aku masih bisa merasakan tangan Mas Adi sesekali menyentuh bibir dan hidungku, kemudian meraba susuku yang tertutup baju dan BH, kadang-kadang mengelus pahaku dan mengusap-usap turukku yang tertutup celana dalam. Rasa kantukku lebih kuat sehingga pegangan tanganku di kontolnya lepas. Aku tidur, aku kantuk sekali, aku masa bodoh dengan rabaannya.

Entah berapa lama kemudian, aku terbangun dan mobil sudah terparkir di suatu penginapan yang tertutup di wilayah Puncak. Mas Adi turun dan membimbingku menuju kamar. Aku duduk ditepi tempat tidur sambil makan pisang dan minum jus yang telah tersedia diatas meja kamar hotel. Tiba-tiba Mas Adi merebahkan aku di kasur.
Kakiku masih menjuntai di lantai ketika Mas Adi mencium dengan ganas. Aku pasrah ketika tangannya menyusup diantara Bhku mencari susuku.

“Aku pengin banget Galih…” ia membisikkan di telingaku.

Aku didorong rebah ke tempat tidur. Aku pura-pura jual mahal, aku pegangi bajuku agar dia tidak mudah membuka. Aku masih ingin memperoleh ciuman Mas Adi lebih lama sebelum dimulai dengan yang lebih intim. Ternyata ia tidak memaksaku. Sambil menindih badanku, Mas Adi mulai menciumi kembali mukaku, leherku dan bibirku dikecup dengan kuat. Kemudian ciuman itu bergeser ke telinga terus ke belakang telinga, sehingga membuat aku merinding nikmat.

“Ooohhh…… sss… ttttt” eranganku mulai terdengar.
Setelah puas menciumi belakang telinga, ciuman itu bergeser ke arah pundak. Rasanya nikmat sekali sepeti terbang, yah aku haus kenikmatan sepeti ini. Geseran bibirnya semakin turun ke dada. Tangan mas Adi mulai membuka satu persatu kancing baju atasanku. Kemudian ciumannya bergerak di dada.

Badanku digulingkang sedikit ke kiri agar tangannya dapat melingkar ke badanku untuk membuka kancing Bhku. Sekali raih Bhku terlepas dan kedua susuku tersembul. Mata mas Adi terbelalak memandangi susuku yang tidak begitu besar tapi kencang dan putingnya yang berwarna coklat tampak sudah mengeras karena sudah terangsang. Ia kelihatan kagum memperhatikan susu yang masih ranum. Dengan pelan-pelan hidungnya diusapkan di puting susuku kemudian kumisnya ia geser-geserkan. Aku bagaikan melayang…

“Maa.. sss… oo… hhhh…” aku mengerang nikmat.
“Ter… r.. uss mas, kenyot yang kuat… M.. a.. s… oo.. hhh” pintaku keenakan.
Tangannya meremas susuku semakin kencang, sehingga nafasku terengah semakin memburu. Ketika puas menikmati susuku, mulut panas itu bergeser ke bawah diantara pusarku. Tangannya langsung menjambret rok bawah. Untung rok itu pakai karet sehingga ketika ditarik tidak rusak. Tanpa menunggu waktu, tangan satunya telah memelorotkan celana dalamku.

Terpampang pemandangan indah mempesona dan sangat menggairahkan dihadapan Mas Adi, turukku yang ditutupi rambut-rambut jembut yang sangat lebat dan keriting itu, sekarang telah ada dimuka Mas Adi siap dihidangkan. Mas Adi menarik napas panjang dan meloncat turun membuka baju dan celananya sendiri. Kini hanya tertinggal celana dalam saja yang belum dibuka. Dada bidang berbulu milik Mas Adi sangat mempesona.

Vagina, dalam bahasa daerahku disebut turuk, di dalamnya ada daging sebesar ujung kelingking terjepit diantara bibir vagina. Daging itu namanya klitoris atau kelentit dan dalam bahasa daerahku disebut itil. Turukku dan itilku terasa tebal karena aku sudah sangat terangsang. Dengan penuh nafsu Mas Adi kembali meremas susuku, menghisap pentil susuku. Hisapan itu dengan perlahan turun ke perut, ke pusar terus ke turukku. Namun kemudian Mas Adi mengalihkan hisapan ke pangkal pahaku. Ia menjilati dan menghisap pangkal pahaku sampai puas, sedangkan tangan kanannya mengusap-usap bagian luar turukku.

Aku masih dalam posisi rebah di tepi tempat tidur. Badanku ada di atas kasur sedangkan kedua kakiku terjuntai ke bawah. Posisi ini sangat pas buat Mas Adi yang mulai berjongkok dihadapan selangkanganku dan mendekatkan mulutnya ke turukku. Tangan Mas Adi membuka bibir turukku yang membasah oleh lendir birahi dan lidah Mas Adi mulai menyentuk itilku. Aku menjerit nikmat…..

“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… haa… ooo…… hhhh… ssttttt” aku mengangkat pantatku biar lidah Mas Adi bisa lebih leluasa menjilat itilku.
Aku belum pernah senikmat ini memperoleh dari suamiku. Aku bermain cinta dengan suamiku tanpa ada rangsangan, begitu buka baju, langsung kontol suamiku ditancapkan. Baru kali ini aku menikmati kewanitaanku, aku benar-benar wanita yang merasakan gairah cinta yang sebenarnya.
“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”
Ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”
Mas Adi tidak berhenti disitu. Tiba-tiba itilku dihisap lembut. Aku kembali menjerit nikmat.
“Aaaaa…… ooohh… hhh…… Mas……… ss”
“Ttt… ee…… r.. r r… uuusssssss……”
Aku terengah-engah merasakan geseran bibir dan hisapan yang bergantian. Kemudian hisapan itu semakin kuat, kuat dan kuat…… aku menjadi tidak tahan, kepalaku aku goyangkan ke kanan dan kiri, pantatku aku naikkan lebih ke atas, tanganku meremas kasur busa… dan…… tiba-tiba denyutan yang tiada tara nikmatnya menjalar melalui pinggulku menuju arah itilku. Nikmat… nikmat sekali.
Denyutan itu terjadi beberapa kali dan semakin memanjang… akhirnya hilang. Aku mencapai puncak orgasme, puncak kenikmatan yang tertinggi. Aku baru sekali ini merasakan. Tujuh tahun dalam hidup rumah tanggaku aku belum pernah merasakan senikmat ini dengan suamiku. Badanku lemas.. dan mataku terpejam nikmat melepas denyutan.

Tiba-tiba Mas Adi berdiri, ia membuka celana dalamnya… ia merapatkan pinggulnya ke pinggulku. Tangannya memegang kontol yang telah mengacung tegak. Aku belum sadar saat itu, aku masih menikmati orgasmeku. Ketika ia membuka kedua pahaku, mataku terbuka aku harus bergantian memberikan kepuasan kepada Mas Adi. Aku bangkit, aku pegang kontol itu… kencang seperti batu. Mas Adi membisikkan kata-kata agar aku mengenyot kontolnya.

Aku ragu, aku belum pernah seperti itu. Tapi bukankan tadi Mas Adi menjilati turuk dan itilku? Bukankah aku telah menerima kenikmatan birahi dari jilatannya? Dengan rasa ragu aku mendekatkan mulutku dan memasukkan kontolnya ke dalam mulutku. Mas Adi mendorong kontolnya masuk lebih dalam ke mulutku, aku malah terbatuk sehingga mau muntah. Akhirnya Mas Adi mengurungkan permintaannya.

Kembali Mas Adi merebahkan aku di pinggir tempat tidur. Ia tidak lagi meminta aku mengenyot kontolnya. Ia membuka selangkanganku dan kontolnya ia pegang dengan tangan kanan mulai digosok-gosokkan ke bagian itilku. Mungkin maksudnya agar kepala kontolnya basah dengan cairan birahiku. Mula-mula terasa geli. Kemudian geli itu berubah menjadi nikmat. Aku mulai terangsang lagi. Kepala kontolnya digeser-geser semakin dalam. Aku mulai mendesah nikmat.

Setelah cukup lama dengan permainan itu, kedua tangan Mas Adi meraih kakiku diangkat ke pundaknya. Aku belum pernah menikmati permainan senggama seperti ini. Mas Adi mulai mengerakkan maju mudur kontolnya. Separuh kontolnya sudah masuk ke liang peranakanku. Tiba-tiba ia mendorong dengan satu gerakkan dan kontolnya amblas masuk seluruhnya ke turukku. Aku menjerit ketika menerima hentakan itu, ada sedikit rasa ngilu ketika kontol itu masuk seluruhnya.

Kembali gerakkan maju mundur dilakukan sangat pelan……… aku merasakan turukku mulai berdenyut menjepit kontol Mas Adi. Tampaknya Mas Adi menikmati sekali denyutan turukku yang memeras kontolnya sehingga terasa lebih sempit.
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh…………”
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh………… te… rus…………”
Mulutku tidak bisa diam… rasa nikmat menjalar dari dalam pinggangku… ke paha dan kaki. Susuku yang mengencang ingin sekali diremas. Turukku yang berdenyut-denyut ingin diberi gerakkan kontol yang lebih cepat. Aku menarik tangan Mas Adi yang bertumpu di kasur ke arah susuku. Aku minta dia meremas.

“Ma.. sss… r.. e.. Mas…… rem… aaa… sss k.. u.. a…t”.
Mas Adi mulai meremas susuku sambil menggerakkan maju mundur pinggulnya. Jepitan turukku semakin kuat ketika jari Mas Adi menarik puting susuku yang tampak sudah mengacung dengan tingginya karena sudah sangat-sangat terangsangnya oleh persetubuhan ini. Aku mulai menggoyang pantatku untuk menambah kenikmatanku.

Begitu juga kepalaku mulai bergerak ke kanan dan kiri. kontol Mas Adi memompa keluar masuk turukku semakin cepat, aku semakin merasakan nikmatnya persetubuhan ini. Kelihatannya Mas Adi tidak tahan lama, karena kelihatan dari gerakkannya yang semakin cepat. Ganti suara erangan kenikmatan Mas Adi yang lebih keras dari eranganku.
“Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh…”
“Ga… l.. i h… a.. k.. u.. m.. a.. u…… k e l u.. a…… r”
“Sa.. ma… s.. a… m.. a……… ki.. ta… b a r.. e… n.. g…… M a a.. a… a…… a………”

Aku menjerit tidak bisa bisa meneruskan kata-kataku. Ketika gerakan ,Mas Adi sangat cepat, terasa badanku berkontraksi.. dengan kenikmatan yang lebih hebat dibandingkan kenikmatan sebelumnya. Begitu juga aku Mas Adi mengejang, mendorong kontolnya sampai ke pangkal paha. Aku merasakan peju Mas Adi menyemprot beberapa kali membasahi rahimku. Mas Adi jatuh tertelungkup lemas menindih dalam pelukanku, ia merangkul kuat dan mukanya dibenamkan diantara kedua susuku.

Setelah beberapa lama, Mas Adi kembali mengenyot susuku, menciumi leherku, memainkan kumisnya di daguku serta menyedot lembut bibirku. Pelukan Mas Adi semakin mengendor, begitu juga kontol dalam turukku ikut mengendur. Kemudian Mas Adi berdiri mencabut kontolnya dan merebahkan badannya di kasur. Ia tertidur pulas tanda puas.

CERITA SEX HILANG KEPERAWANAN KARENA MANSTURBASI


18plusceritaseks - Sebut saja namaku (mona) umurku bru 17+ aku msh sekolah di salah satu SMA di jakarta, aku asli dari medan tinggak di jakarta bersama nenekku, untuk biaya skolah tiap bulan slalu dpt trnsperan dari ortu.
“….Awal mula cerita,aku bertemu seorang cwok ganteng sebut saja namanya (aldo),dia kuliah di univ,di jkrt.

Cerita Sex Gadis Hilang Keperawanan Akibat Mansturbasi

Saat itu aku pulang skolah pas pertama ktemu aku mau tertabrak mobil yg di tumpanginya,untung aku gk knapa” cuma kesenggol bgian skutku saja.
“…ckiiiittt”mobil yg di tumpangi aldo ngerem mendadak.Situs Game Slot Online
“….aduh”aku kget dan mrintih kesakitan.
“..aldo langsung keluar dri mobil dan lngsung menghampiriku.
“…Mba gak knapa-napa??tanyanya..
…aku hanya trdiam dan kesakitan.
“…Aku anter ke rumah sakit ya??ujarnya.
“…hmmpp!!jwbku simpel.
…Aku langsung di bpong ke dalam mobilnya.
“…sesampainya di rumah sakit,aku langsung di perban yah untung cuma luka lecet saja.
“…mba aku minta maaf ya,gak sengaja?ujarnya.
…aku hanya terdiam,pdhl dlam hatiku mash marah tp aku coba untuk tenang.
“…Ya udahlah gpp,ini jg gk knapa-napa ko cuma lecet ja..”jwbku.
“..iya tp aku gk enak nich,tlong jangan di tuntut ya??aldo smbil memelas.
“…iya..iya gak.”jwbku.
“..ya udah aku anter pulang ya!”tawarnya.
“..hmmm,boleh deh..”jwbku.
“..aku langsung di anter pulang,selama di jalan menuju pulang aku ngobrol bnyak smbl kenalan,sling tkar no hp,kmipun lngsung akrb.
“…beberapa saat kemudian,akupun sampai di rumahku.
“..owh,dah smpai ya? Tanyanya.
“..iya,mampir dlu yuk di rumah cuma ada neneku aja..”jwbku.
“..lain x ja ya,alya aku tkut di marahin nenek kamu..”ujarnya.
“..ya gak lach neneku orngnya baik gk prnh marah..”jwbku.
“…ya udah..”blaznya.


…Diapun mampir dan ngbrol sma nenekku dan meminta maaf atas kejadian yg menimpaku.
…”Beberapa saat kemudian aldo pamitan untuk pulang.
“..nek,mon aku pamit pulang dlu ya,alya msh bnyak tgas yg hrus di selsaikan..”ujarnya.
“..owh iya..”jwb nenek dan aku.
“..sexali lgi minta maaf…” ujarny berulang x minta maaf.
“iya udah,dri tadi jga di maafin”..jwbku.
…aldo langsung salaman,trus menuju mobilnya.
“…Tar aku tlpn ya,bwt nanyain kbrmu..”ujarnya.
“..iya “…jwbku.
“owh,ok sippt”…blznya..

…Setelah beberapa minggu kami sling sms’n dan tlpn’n,kami merasa kaya pacaran.ntah kapan jadiannya,kmi berhubungan.
“..Saat itu hari minggu aku di ajak jalan-jalan,dan makan.hari demi hari,minggu demi minggu terlewati kami ngerasa smakin dekat dan ngerasa cocok bersmanya..

“…Beberapa waktu kemudian,aldo ada acara pernikahan temannya di daerah puncak bogor.
“..ay aku ada acara di puncak,temenku mwu nikahan..”ujarnya.
“owh,mang brapa lama?tanyaku.
“..paling cuma 1hri.” jwbnya.
“..ya trus?tanyaku.
“..ay aku lagi bingung,masa temenku yang lain pda bwa pasangan aku nggak.!!ujarnya,
“..ya trus aku hrus ikut gtu maksdnya?tanyaku.
“ya kalo boleh ma nenek..”ujarnya.
“.boleh sich asal jngan nginep..”jwbku.
“.iya aku janji gak nginep,”ujarnya.
..Pdahal ortunya aldo punya vila di daerah puncak,seandainya kemalaman jg.
…kamipun berangkt sama-sama menuju acara tmennya itu.
…stelah itu wktupun tk terasa udah mulai menjelang sore.
..”Tak di sangka cuaca di daerah puncak gk bisa di tebak begitu buruk cuaca di sana.hujan yang di sertai angin menghalangi untuk kembali pulang.
“..aduh ay cuaca di sini buruk bngt,pdhl tdi pas brngkt terang bnget,kayanya kita gak pulang alya aku gk brani dngan cuaca gni..”ujarnya.
“..ya trus nginep dimana,kn kita gk punya saudara disini msa mau nginep di rmah pengantin.”jwbku.
“..tenang ja ortuku punya vila di daerah sini..”ujarnya.
…”kami pun branjak pergi ke vila punya ortunya aldo.
..”ko sepi bnget vilanya,apa gak ada yg nempatin?”tanyaku.
“ada ko mang udin yg jaga disini.”jwbnya.
..”aldoptn mencari mang udin penjaga vila itu.
“eh den aldo,ko gak blang dlu kalo mwu ksini tumben banget,.”ujar mang udin.
“..iya mang aku ke sorean abiz ada acara tmen,mana ni cuacanya kaya gini jd gk brani pulang..”jwbnya.
…”stelah itu kmi msuk,tak menyangka vila sebagus ini gak di tempatin.
“..ay km tdur di kmr,aku di dlam ja”ujarnya.
“owh,iya dech trus kmr mandinya dmana?ujarku.
“owh,di kmarkan ada kmar mndi.”jwbnya.
“iya dech”ujarku.
..”aku pun bergegas ke kamar mandi krna tkut mens’ku tembus.
…”Sementara aku lagi di kamar mandi,ganti baju dan pembalu aku lupa gak menutup pintu kmar mandi aku biarkan terbuka lebar,aku tak tau kalau aldo masuk.
..”Ay “..aldo menghampir ke kmr mandi yg pintunya trbuka lebar.
“aduuh”..aku kaget smbil mnutupi tetekku dan memekku yg tak terbungkus sehelai bnang pun.
“..Maaf..maaf,gk sengaja aku kira gk lgi di kmar mandi,alya pintunya kebuka lebar..”jwbnya.
“..iya aku lupa krna buru-buru mwu ke kmar mandi”jwbku.
“..Aku cuma mwu nwari makan sma mau mnum apa??tanyanya.
“terserah aja”..jwbku.
“owh ya udah nasi goreng ma teh manis ja ya??tanyanya.
“ya udah”..jwbku.
..aldo mnuju kluar dn aku mlanjutkan pakai pembalut dan bjuku.

…stelah selesai mkan,matapun mulai ngantuk aku sempat berpikir dri tadi aldo gk bnyak ngomong cuma ngelirik-ngelirik bagian tetekku,dan aku menyangka aldo lgi mikirin kejadian tdi di kmar mandi.
“..aku ngantuk bget nich,bobo dlu ya!ujarku.
“owh iya,alya kita pulang pagi-pagi bget.”ujarnya.
“.aku masuk kmar dan merebahkan bdanku di kasur.
..Sementara itu ku dengar aldo msh ngbrol sma mang udin,kedengaranya sedang ngomongin aku tapi aku cu’x ja.
..tak terasa aku tdr trlelelap,tak kusangka aku ntah mimpi apa kenyataan,badanku trasa berat pas aku melek sontak aku kget,buah dadaku lagi di hisap aldo aku langsung branjak.
“..Apa..apaan nich,?km jht bgt tega ya bikin aku kya gni.”ujarku kget.
“.maaf ay aku gak tahan liat kjadian tadi,aku kpikiran trus”..jwbnya.
..Sementara itu aku lngsng branjak dri tmpt tdr,brencana mwu kluar kmr tak di sangka pintu pun di kuncinya.
“..plizz tlong hargain aku,aku gk mau kmu prlakukan aku kya gini”ujarku smbil menangis.
..”aldo lngsung menghampiriku,”ya udah maafin aku,anggap ja ni gk pernah trjadi”.jwbnya smbl memeluku.
..aku trbujuk ucapannya,trus aldo merebahkanku di kasur,tak kusangka lagi aldo malah lebih ganas,dia merusak bajuku dn clanaku di tariknya hingga sobek,aku tak menyangka di balik wajahnya yang alim dia maniak seks.
…dia menciumiku dari ujung rambut hingga ujung kaki,wlwpun aku brusaha brontak aldo tak menghraukanku di trus menciumiku dan menghisap pyudaraku,aku gak kuat hingga aku pasrah apapun yg akn terjdi.
…dia smakin gila,tngannya menggerayangi sluruh tbuhku,mengobok” memekku dia blm tau kalo aku lg menstruasi,tp ttp aja namanya lg nafsu dia tak menghiraukan,dia langsung menjilati memekku yg bau amis darah,aku tak kuasa.
..”ach.ach.ach”aku mengerang.
Aldo trus memainkan lidahnya,di memekku.
..”Tak lama kemudian aldo membuka bju dan clananya,ku lihat kontolnya yg sudah mengeras,langsung di tancapkanlah ke memekku yang bsah brcmpur darah,ludah,dan air memekku.
..oooh..sakit pelan” ..ujarku kesakitan.
Namun aldo ttp menghantamkan kntolnya ke memekku.”auuuww sakitt,”jeritku mrasakan memekku trasa perih.
..dan trnyata aldo tak bisa memasukan kontolnya,karna mungkin aku mash prawan.
..aldo memegang kontolnya lalu mengarahkn ke lubang memekku,”aduuuh sakiit”jritku.smakin aku mnjerit aldo semakin menekan kontolnya msuk.
“..Ay memekmu ko keset bnget??tanyanya.
“..aku langsung jwb,wlwpun merasa ksakitan.
“..iyalah aku lgi mens tau”jwbku.
Aldo,malah meluluri kontolnya dengan ludhnya.bleez kntolnya agak msuk, yg aku rasakan enak dan perih,lagi” aku menjrit ksakitan.
..stelah msuk ke memeku,aldo smakin kencang genjotannya “..ach.ach.ah.ah.ahah.”dan aldo pun tak kuat menahan “crot..crot..crot” kluarlah tak lamapun kami terkulai lemas,aku smpt menangis melhat darah berceceran di atas kasur.
Di sinilah keperawananku di renggut aldo dalam keadaan menstruasi.
Inilah pengalaman prtamaku merasakan memekku di masukin kontol.
Sampai akhirnya aku ketagihan hingga aku yg meminta untuk menyetubuhi tubuhku,dan merasakan kenikmatan walaupun hanya sesaat.